Selasa, 29 Mei 2012

Merindukan Mu

Sudah lama tak berjumpa…
Rindu rasa hati ingin berjumpa dengan mu…
Biar pun hati ingin mengatakan benci…
Tapi aku tetap menyayangi mu…
Apa kabar kamu di sana…
Semoga kamu baik-baik saja..
Aku di sini s’lalu merindukan mu…
Apakah kamu di sana juga merindukan aku…
Biar pun kamu jauh di sana…
Aku di sini s’lalu menanti mu..
S’lalu menjaga perasaan cinta dan sayangku untuk mu…
Ya Allah…
Jaga dan lindungilah dia yang di sana…
Sucikan cintanya dan beningkan rasa sayangnya…
Sesuci cintanya pada-Mu..
Sebening rasa sayangnya untuk-Mu…
Ya Allah…
Janganlah Engkau pisahkan kami…
Satukan dan pertemukan kami kembali seperti dulu…
Seperti Engkau satukan dan pertemukan Adam dan Hawa…
Aamiin….
By: Uchi Al-Sanusi
http://puisicinta.web.id/merindukanmu-2.htm

Kamis, 17 Mei 2012

MEMBANGUN GENERASI EMAS DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DI SMA



Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2012, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengambil tema “Bangkitnya Generasi Emas Indonesia” Puncak peringatan Hardiknas 2012 sendiri diperkirakan akan dipadu dengan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Membacakan sambutan Mendiknas M Nuh. “ Kita patut bersyukur karena bidang kebudayaan telah kembali ke “ rumah besar ” pendidikan. Setelah terpisah lebih dari sepuluh tahun,” katanya.
Kementerian ini, terhitung sejak 20 Oktober 2011 lalu telah berubah menjadi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2011, tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara. Sejatinya, kebudayaan memang tidak bisa dipisahkan dari pendidikan. Demikian pula sebaliknya, pendidikan tidak bisa dipisahkan dari kebudayaan. Ibarat dua keping mata uang. Yang satu dengan lainnya memiliki makna dan nilai yang sama, tidak bisa dipisahkan karena di dalam proses pendidikan ada penanaman nilai-nilai budaya.
Seperti yang telah disampaikan oleh Bapak Subardi kepala sekolah, guru, pimpinan perguruan tinggi dan dosen, harus dapat memberikan perhatian dan pendampingan lebih besar kepada anak didik. Untuk membentuk pola pikir berbasis kasih sayang dan toleran terhadap realitas keanekaragaman. Serta memberi perhatian khusus pada pendidikan anak usia dini (PAUD). Pada kesempatan tersebut, Wali kota Subardi memberikan penghargaan kepada siswa berprestasi di bidang pendidikan. Mereka para juara lomba-lomba olimpiade sains. “Selamat kepada para pelajar yang berprestasi. Semoga ini jadi lecutan semangat untuk meraih masa depan yang lebih cerah,” pungkasnya.
Berdasarkan pesan yang telah disampaikan oleh Bapak Subardi, saya berpendapat bahwa membangun generasi emas dalam proses belajar mengajar di jenjang pendidikan tingkat SMA, sebagai guru dan dosen kita diwajibkan menjadi tauladan yang baik untuk peserta didik, artinya kita harus menjadi seorang guru yang hebat. Guru yang hebat yaitu guru dapat memberi ilmu, motivasi dan inspirasi kepada peserta didiknya  agar menjadi seseorang yang cerdas dan berprestasi. Tidak hanya seorang peserta didik, guru yang dimaksud juga harus benar-benar seorang guru yang memiliki keahlian dalam bidangnya. Dalam proses belajar mengajar, selain menjadi pendidik guru juga dapat menjadi sahabat agar dalam proses belajar mejagar tidak tengang dan peserta didik dapat  memahami. Proses belajar mengajar guru sebaiknya mengunakan media dan  memiliki metode pembelajaran agar dapat menarik perhatian dalam belajar ketika peserta didik mulai mersa jenuh.

Selasa, 08 Mei 2012

TUGAS PEMBELAJARAN MENULIS :


“ GURU YANG BAIK atau GURU YANG  HEBAT . . . ? ”

1. Identifikasilah :
a)      ciri-ciri guru yang baik
jawab :
Menurut Muhamad Nuh Mendikbud RI “ Guru yang baik akan menjelaskan sesuatu kepada muridnya sehingga paham, tetapi guru yang hebat adalah guru yang mampu menginspirasi dan memotivasi muridnya, sehingga mampu berbuat sesuatu yang baik dengan kemampuannya sendiri “.
Seperti yang telah di jelaskan diatas, saya berpendapat bahwa “Guru yang baik yaitu guru yang dapat mematuhi segala peraturan yang telah di tetapkan pemerintah seperti yang telah tercantum dalam Undang-Undang Guru dan Dosen. Artinya, Guru tersebut tidak melakukan pelanggaran/tindakan yang melanggar peraturan dalam Undang-Undang tersebut”.
Guru yang baik melakukan segala sesuatu yang menurut ia adalah baik, misalkan dengan cara memberikan tugas kepada peserta didik untuk mencari materi/bahan pembelajaran melalui Jejaring Sosial (internet), untuk salah satu syarat nilai. Ada kemungkinan dalam mengerjakan tugas tersebut, tidak melakukannya dengan sepenuh hati atau keterpaksaan karena mengejar nilai semata tanpa mempelajari dan  memahami materi tersebut.
b)     Cirri-ciri guru yang hebat
Jawab :
Selain dapat mematuhi segala peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam Undang-Undang Guru dan Dosen. Dalam pembelajaran, peserta didik tidak hanya diberi materi, melainkan juga di beri dorongan yaitu inspirasi dan motifasi agar peserta didik dapat lebih bersemangat dalam belajar. Untuk membangun rasa semangat peserta didik agar dapat berfikir untuk lebih maju dari yang lainnya maka kita sebagai seorang guru wajib memberi inspirasi dan motifasi. Hal lainnya yaitu, seorang guru yang hebat dalam menjelaskan materi pembelajaran dapat mudah dimengerti/cara penjelasannya tidak berbelit-belit sehingga peserta didik dapat lebih mudah memahami materi tersebut.
Dalam pembelajaran, terkadang peserta didik merasa jenuh terhadap materi yang sedang dipelajari mungkin karena kondisi yang mereka sudah merasa lelah, disitulah seorang guru harus membuat situasi sedikit berubah dari kejenuhan menjadi canda tawa agar rasa jenuh itu hilang dan menimbulkan rasa semangat baru. Seperti yang telah kita ketahui bahwa tidak semua guru yang mendidik peserta didiknya yang disertai dengan dorongan tersebut.
2. Jika diwajibkan memilih, apakah Anda akan berupaya untuk menjadi "guru yang baik" ataukah ingin menjadi "guru yang hebat"? Mengapa demikian? Tulislah minimal tiga alasan yang mendasari pilihan Anda itu.
Jawab :
Diantara ”Guru yang baik dan Guru yang Hebat” semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri, diantara pilihan diatas Saya lebih tertarik untuk menjadi Guru Yang Hebat, alasannya yaitu :
1.      Guru yang hebat yaitu guru yang memiliki rasa kepedulian lebih terhadap peserta didk, maka tak heran jika guru hebat lebih banyak dicari.
2.      Guru yang hebat yaitu yang dapat mengajar, selain itu dapat memberi inspirasi dan motifasi untuk meningkatkan rasa belajar peserta didik.
3.      Guru yang hebat yaitu guru yang dapat mempengaruhi peserta didiknya untuk menjadi yang lebih baik dan berpotensi. Selain itu guru yang hebat akan lebih di kenang sepanjang masa karena kehebatannya dalam mendidik peserta didik dan akan selalu menjadi contoh bagi peserta didik yang akan datang.
3.Bagaimanakah profil ideal guru Bahasa Indonesia di era globalisasi ini? Jelaskanlah menurut sudut pandang Anda masing-masing.
jawab :
Idealnya guru Bahasa Indonesia di era globalisasi saat ini:
·         Proses belajar yang mulai maju dengan menggunakan perkembangan tegnologi untuk,
·         Memiliki wawasan yang luas dan berbobot,
·         Ucapan atau perkataan yang terkadang keluar dari konteks pembahasan,
·         Mulai aktifnya membuat tulisan, yang mewajibkan kepada semua peserta didik untuk dapat belajar menulis di usia dini. Terutama pada tingkat mahasiswa agar dapat membuat karya ilmiah.
·         Mengikuti zaman dalam proses belajar
4.  Adakah manfaat yang Anda peroleh setelah membaca wacana itu? Jika ada, tulislah semua manfaat yang dapat Anda petik darinya.
Jawab :                               
Setelah saya membaca bacaan tersebut, saya merasakan ada yang bermanfaat dari wacana tersebut diantaranya :
a.  Didalam Wacana tersebut memberi banyak pengetahuan kepada calon guru. Seperti halnya pengetahuan tentang peraturan yang telah di terapkan dalam undang-undang tentang guru dan dosen.
b.  Wacana ini juga menjelaskan beberapa syarat menjadi guru dan dosen, dimana disitu menjelaskan bahwa menjadi seorang guru dan dosen sangatlah harus bertanggung jawab dan memiliki potensi yang benar-benar bisa di teladani terhadap peserta didik.
c.     Didalam wacana tersebut kita dapat mengetahui bagaimana karekter guru dan dosen yang kita temui dimana kita menuntut ilmu.
d.   Belajar untuk lebih mempersiapan diri dengan keputusan yang telah kita ambil yaitu dengan menjadi, tidak hanya mental fisik namun juga mental batin.


Rabu, 25 April 2012

Surat Kecil Untuk Tuhan

Tuhan…
Andai aku bisa kembali
Aku tidak ingin ada tangisan di dunia ini.

Tuhan…
Andai aku bisa kembali
Aku berharap tidak ada lagi hal yang sama terjadi padaku,
terjadi pada orang lain.

Tuhan…
Bolehkah aku menulis surat kecil untuk-Mu

Tuhan…
Bolehkah aku memohon satu hal kecil untuk-Mu

Tuhan…
Biarkanlah aku dapat melihat dengan mataku
Untuk memandang langit dan bulan setiap harinya..

Tuhan…
Izinkanlah rambutku kembali tumbuh, agar aku bisa menjadi wanita seutuhnya.

Tuhan…
Bolehkah aku tersenyum lebih lama lagi
Agar aku bisa memberikan kebahagiaan
kepada ayah dan sahabat-sahabatku

Tuhan…
Berikanlah aku kekuatan untuk menjadi dewasa
Agar aku bisa memberikan arti hidup
kepada siapapun yang mengenalku..

Tuhan ..
Surat kecil-ku ini
adalah surat terakhir dalam hidupku
Andai aku bisa kembali…

Ke dunia yang Kau berikan padaku..

In memorial

Gita Sesa Wanda Cantika

Pendapat Saya Terhadap Proses Belajar Dengan Cara Berdiskusi Didepan Kelas


Menurut saya, kegiatan perkuliahan berbicara dengan cara berdiskusi bersama didapan kelas sangatlah baik, karena dengan cara seperti itu mahasiswa/mahasiwi dapat melatih kemampuan berbicara mereka didepan teman-teman dan juga Dosen di kelas tersebut. Selain itu Dosen juga dapat mengetahui seberapa besar kemampuan mahasiswa/mahasiswinya dalam memahami suatu bacaan. Dalam kegiatan ini mereka diajarkan untuk lebih memberanikan diri dalam berbicara kepada orang lain dilingkungan kelas tersebut sebelum pada akhirnya mereka duharuskan terjun dan berbicara didepan anak didiknya ataupun orang lain. Keunggulan dalam cara belajar tersebut, mereka dapat lebih memahami bacaan yang telah diberikan meskipun dengan cara memaksa dirinya untuk memahami bacaan dan menjelaskan kepada teman-teman/Dosen tanpa membawa buku bacaannya saat melakukan presentasi. Meskipun dengan cara sedikit memaksa setidaknya mereka dapat memahami bacaan yang memang sudah menjadi tanggungjawab mereka untuk dijelaskan di depan temen dan juga Dosen.
Disisi lain terdapat kelemahan dengan cara belajar seperti ini, mungkin mahasiswa/mahasiswi merasa sangat tertekan karena harus menjelaskan tanpa melihat buku bacaannya. Namun dosen juga memberi kesempatan bagi mereka untuk menulis bacaan yang sulit dibaca/dimengerti. Bagi mereka yang belum terbiasa pasti akan merasa sulit, begitu pula terhadap saya. Namun kegiatan tersebut memang sangat penting untuk menguji mental dan kemampuan mereka. Bila mana Dosen memberi pertanyaan, mahasiswa/mahasiswi harus menjawab sesuai dengan bacaan/pengetahuan yang ia ketahui tentang bacaan yang telah  ia baca tersebut. Tentu saja kegiatan seperti sangat mendidik sekali, bagi mereka yang dapat/tidak dapat menjawab pertanyaan yang telah diberikan maka mendapat nilai/point yang berbeda pula.

Rabu, 18 April 2012

Model Pembelajaran Berbicara Dengan Cara Bertanya

Menurut saya model Pembelajaran Bertanya merupakan salah satu bagian dari Model Pembelajaran Berbicara pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Model pembelajaran ini kebalikan daripada model pembelajaran Menjawab Pertanyaan. Karena pada model pembelajaran ini siswa dilatih untuk menguasai kemampuan bertanya bukan menjawab pertanyaan. Bagi siswa tentu bukanlah hal yang mudah.
Ada beberapa kendala yang layak mendapatkan perhatian dari guru sehubungan dengan kemampuan bertanya siswa, di antaranya :
1)      Siswa kesulitan bertanya karena merasa malu/kurang percaya diri.
2)      Siswa kesulitan bertanya karena belum sepenuhnya menguasai materi sehingga tidak tahu apa yang mesti ditanyakan.
3)      Siswa kesulitan bertanya karena merasa takut/khawatir nanti dianggap bodoh.
4)      Siswa kesulitan bertanya karena kesulitan mengungkapkan kalimat pertanyaan meskipun sebenarnya  ia tahu apa yang belum diketahuinya.
Untuk mengatasi kendala seperti di atas guru dapat mengambil beberapa langkah misalnya :
1)      Memberikan reward kepada siswa yang berani bertanya.
2)      Guru mengusahakan agar materi pembelajaran dapat dikuasai siswa secara optimal.
3)      Pemahaman bahwa bertanya bukan berarti bodoh, tetapi salah satu kemampuan berbicara.
4)      Peningkatan kemampuan bertanya siswa melalui contoh-contoh kalimat pertanyaan. Misalnya penggunaan partikel kah dan Kata Tanya (apa, siapa, mengapa, bagaimana, dimana, bilamana, berapa).
Metode yang dirasakan paling tepat adalah bertanya. Guru dapat memotivasi siswa agar mau dan mampu bertanya antara lain dengan cara melontarkan pertanyaan-pertanyaan pancingan terlebih dahulu, lalu secara bertahap tanpa terasa biarkan siswa mendominasi bertanya.
Salah satu contoh langkah-langkah pembelajarannya, sebagai berikut :
  1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran.
  2. Siswa dibentuk menjadi beberapa kelompok.
  3. Guru merangsang motivasi siswa dengan menceritakan sebuah peristiwa yang menarik namun cerita tersebut tidak sempurna.
  4. Siswa diberi kesempatan mengajukan pertanyaan sehubungan dengan isi cerita guru tadi yang sengaja dibuat belum sempurna sehingga menimbulkan tanda tanya/keingintahuan siswa.
  5. Kelompok yang mengajukan pertanyaan secara benar akan mendapatkan poin (untuk merangsang persaingan/kompetisi siswa).
  6. Kelompok yang terbanyak mendapatkan poin menjadi pemenang dan diberi reward.
  7. Evaluasi.
  8. Kesimpulan.
Kemampuan membuat desain/merancang pembelajaran merupakan fokus kompetensi yang harus Bapak/Ibu kuasai sebagai seorang guru. Alasannya, kemampuan mendesain pembelajaran sangat berkaitan langsung dengan pelaksanaan tugas Bapak/Ibu di lapangan sebagai pemegang kendali proses pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas. Tidak ada metode pembelajaran Berbicara yang sempurna, maka Guru dituntut untuk mampu memilah dan memilih serta menentukan media dan metode yang paling relevan dengan tujuan dan situasi yang dihadapinya di kelas.