Senin, 02 Juli 2012
Selasa, 29 Mei 2012
Merindukan Mu
Sudah lama tak berjumpa…
Rindu rasa hati ingin berjumpa dengan mu…
Biar pun hati ingin mengatakan benci…
Tapi aku tetap menyayangi mu…
Apa kabar kamu di sana…
Semoga kamu baik-baik saja..
Aku di sini s’lalu merindukan mu…
Apakah kamu di sana juga merindukan aku…
Biar pun kamu jauh di sana…
Aku di sini s’lalu menanti mu..
S’lalu menjaga perasaan cinta dan sayangku untuk mu…
Ya Allah…
Jaga dan lindungilah dia yang di sana…
Sucikan cintanya dan beningkan rasa sayangnya…
Sesuci cintanya pada-Mu..
Sebening rasa sayangnya untuk-Mu…
Ya Allah…
Janganlah Engkau pisahkan kami…
Satukan dan pertemukan kami kembali seperti dulu…
Seperti Engkau satukan dan pertemukan Adam dan Hawa…
Aamiin….
By: Uchi Al-Sanusi
http://puisicinta.web.id/merindukanmu-2.htm
Rindu rasa hati ingin berjumpa dengan mu…
Biar pun hati ingin mengatakan benci…
Tapi aku tetap menyayangi mu…
Apa kabar kamu di sana…
Semoga kamu baik-baik saja..
Aku di sini s’lalu merindukan mu…
Apakah kamu di sana juga merindukan aku…
Biar pun kamu jauh di sana…
Aku di sini s’lalu menanti mu..
S’lalu menjaga perasaan cinta dan sayangku untuk mu…
Ya Allah…
Jaga dan lindungilah dia yang di sana…
Sucikan cintanya dan beningkan rasa sayangnya…
Sesuci cintanya pada-Mu..
Sebening rasa sayangnya untuk-Mu…
Ya Allah…
Janganlah Engkau pisahkan kami…
Satukan dan pertemukan kami kembali seperti dulu…
Seperti Engkau satukan dan pertemukan Adam dan Hawa…
Aamiin….
By: Uchi Al-Sanusi
http://puisicinta.web.id/merindukanmu-2.htm
Kamis, 17 Mei 2012
MEMBANGUN GENERASI EMAS DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR DI SMA
Peringatan
Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2012, Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan mengambil tema “Bangkitnya Generasi Emas Indonesia” Puncak
peringatan Hardiknas 2012 sendiri diperkirakan akan dipadu dengan Hari
Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Membacakan sambutan Mendiknas M Nuh. “ Kita patut
bersyukur karena bidang kebudayaan telah kembali ke “ rumah besar ” pendidikan.
Setelah terpisah lebih dari sepuluh tahun,” katanya.
Kementerian
ini, terhitung sejak 20 Oktober 2011 lalu telah berubah menjadi Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Sebagaimana tertuang dalam Peraturan
Presiden Nomor 91 Tahun 2011, tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian
Negara. Sejatinya, kebudayaan memang tidak bisa dipisahkan dari pendidikan.
Demikian pula sebaliknya, pendidikan tidak bisa dipisahkan dari kebudayaan.
Ibarat dua keping mata uang. Yang satu dengan lainnya memiliki makna dan nilai
yang sama, tidak bisa dipisahkan karena di dalam proses pendidikan ada
penanaman nilai-nilai budaya.
Seperti
yang telah disampaikan oleh Bapak Subardi
kepala sekolah, guru, pimpinan perguruan tinggi dan dosen, harus dapat
memberikan perhatian dan pendampingan lebih besar kepada anak didik. Untuk membentuk
pola pikir berbasis kasih sayang dan toleran terhadap realitas keanekaragaman.
Serta memberi perhatian khusus pada pendidikan anak usia dini (PAUD). Pada
kesempatan tersebut, Wali kota Subardi memberikan penghargaan kepada siswa
berprestasi di bidang pendidikan. Mereka para juara lomba-lomba olimpiade
sains. “Selamat kepada para pelajar yang berprestasi. Semoga ini jadi lecutan
semangat untuk meraih masa depan yang lebih cerah,” pungkasnya.
Berdasarkan
pesan yang telah disampaikan oleh Bapak Subardi, saya berpendapat bahwa membangun
generasi emas dalam proses belajar mengajar di jenjang pendidikan tingkat SMA, sebagai
guru dan dosen kita diwajibkan menjadi tauladan yang baik untuk peserta didik,
artinya kita harus menjadi seorang guru yang hebat. Guru yang hebat yaitu guru dapat
memberi ilmu, motivasi dan inspirasi kepada peserta didiknya agar menjadi seseorang yang cerdas dan
berprestasi. Tidak hanya seorang peserta didik, guru yang dimaksud juga harus
benar-benar seorang guru yang memiliki keahlian dalam bidangnya. Dalam proses
belajar mengajar, selain menjadi pendidik guru juga dapat menjadi sahabat agar
dalam proses belajar mejagar tidak tengang dan peserta didik dapat memahami. Proses belajar mengajar guru
sebaiknya mengunakan media dan memiliki
metode pembelajaran agar dapat menarik perhatian dalam belajar ketika peserta
didik mulai mersa jenuh.
Selasa, 08 Mei 2012
TUGAS PEMBELAJARAN MENULIS :
“ GURU YANG BAIK atau GURU
YANG HEBAT . . . ? ”
1. Identifikasilah :
a)
ciri-ciri
guru yang baik
jawab
:
Menurut Muhamad Nuh Mendikbud RI “ Guru yang
baik akan menjelaskan sesuatu kepada muridnya sehingga paham, tetapi guru yang
hebat adalah guru yang mampu menginspirasi dan memotivasi muridnya, sehingga
mampu berbuat sesuatu yang baik dengan kemampuannya sendiri “.
Seperti
yang telah di jelaskan diatas, saya berpendapat bahwa “Guru yang baik yaitu
guru yang dapat mematuhi segala peraturan yang telah di tetapkan pemerintah
seperti yang telah tercantum dalam Undang-Undang Guru dan Dosen. Artinya, Guru
tersebut tidak melakukan pelanggaran/tindakan yang melanggar peraturan dalam
Undang-Undang tersebut”.
Guru
yang baik melakukan segala sesuatu yang menurut ia adalah baik, misalkan dengan
cara memberikan tugas kepada peserta didik untuk mencari materi/bahan
pembelajaran melalui Jejaring Sosial (internet), untuk salah satu syarat nilai.
Ada kemungkinan dalam mengerjakan tugas tersebut, tidak melakukannya dengan
sepenuh hati atau keterpaksaan karena mengejar nilai semata tanpa mempelajari
dan memahami materi tersebut.
b)
Cirri-ciri
guru yang hebat
Jawab
:
Selain
dapat mematuhi segala peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam
Undang-Undang Guru dan Dosen. Dalam pembelajaran, peserta didik tidak hanya
diberi materi, melainkan juga di beri dorongan yaitu inspirasi dan motifasi
agar peserta didik dapat lebih bersemangat dalam belajar. Untuk membangun rasa
semangat peserta didik agar dapat berfikir untuk lebih maju dari yang lainnya
maka kita sebagai seorang guru wajib memberi inspirasi dan motifasi. Hal
lainnya yaitu, seorang guru yang hebat dalam menjelaskan materi pembelajaran
dapat mudah dimengerti/cara penjelasannya tidak berbelit-belit sehingga peserta
didik dapat lebih mudah memahami materi tersebut.
Dalam
pembelajaran, terkadang peserta didik merasa jenuh terhadap materi yang sedang
dipelajari mungkin karena kondisi yang mereka sudah merasa lelah, disitulah
seorang guru harus membuat situasi sedikit berubah dari kejenuhan menjadi canda
tawa agar rasa jenuh itu hilang dan menimbulkan rasa semangat baru. Seperti
yang telah kita ketahui bahwa tidak semua guru yang mendidik peserta didiknya
yang disertai dengan dorongan tersebut.
2. Jika
diwajibkan memilih, apakah Anda akan berupaya untuk menjadi "guru yang
baik" ataukah ingin menjadi "guru yang hebat"? Mengapa demikian?
Tulislah minimal tiga alasan
yang mendasari pilihan Anda itu.
Jawab :
Diantara ”Guru yang
baik dan Guru yang Hebat” semuanya memiliki kelebihan dan kekurangan
tersendiri, diantara pilihan diatas Saya lebih tertarik untuk menjadi Guru Yang
Hebat, alasannya yaitu :
1. Guru
yang hebat yaitu guru yang memiliki rasa kepedulian lebih terhadap peserta
didk, maka tak heran jika guru hebat lebih banyak dicari.
2. Guru
yang hebat yaitu yang dapat mengajar, selain itu dapat memberi inspirasi dan
motifasi untuk meningkatkan rasa belajar peserta didik.
3. Guru
yang hebat yaitu guru yang dapat mempengaruhi peserta didiknya untuk menjadi
yang lebih baik dan berpotensi. Selain itu guru yang hebat akan lebih di kenang
sepanjang masa karena kehebatannya dalam mendidik peserta didik dan akan selalu
menjadi contoh bagi peserta didik yang akan datang.
3.Bagaimanakah
profil ideal guru Bahasa Indonesia di era globalisasi ini? Jelaskanlah menurut
sudut pandang Anda masing-masing.
jawab :
Idealnya
guru Bahasa Indonesia di era globalisasi saat ini:
·
Proses belajar yang mulai maju dengan menggunakan
perkembangan tegnologi untuk,
·
Memiliki wawasan yang luas dan berbobot,
·
Ucapan atau perkataan yang terkadang keluar dari
konteks pembahasan,
·
Mulai aktifnya membuat tulisan, yang mewajibkan kepada
semua peserta didik untuk dapat belajar menulis di usia dini. Terutama pada
tingkat mahasiswa agar dapat membuat karya ilmiah.
·
Mengikuti zaman dalam proses belajar
4. Adakah manfaat yang Anda peroleh setelah membaca
wacana itu? Jika ada, tulislah semua manfaat yang dapat Anda petik darinya.
Jawab :
Setelah saya
membaca bacaan tersebut, saya merasakan ada yang bermanfaat dari wacana
tersebut diantaranya :
a. Didalam Wacana
tersebut memberi banyak pengetahuan kepada calon guru. Seperti halnya pengetahuan
tentang peraturan yang telah di terapkan dalam undang-undang tentang guru dan
dosen.
b. Wacana ini
juga menjelaskan beberapa syarat menjadi guru dan dosen, dimana disitu
menjelaskan bahwa menjadi seorang guru dan dosen sangatlah harus bertanggung
jawab dan memiliki potensi yang benar-benar bisa di teladani terhadap peserta
didik.
c. Didalam
wacana tersebut kita dapat mengetahui bagaimana karekter guru dan dosen yang
kita temui dimana kita menuntut ilmu.
d. Belajar
untuk lebih mempersiapan diri dengan keputusan yang telah kita ambil yaitu
dengan menjadi, tidak hanya mental fisik namun juga mental batin.
Rabu, 25 April 2012
Surat Kecil Untuk Tuhan
Tuhan…
Andai aku bisa kembali
Aku tidak ingin ada tangisan di dunia ini.
Tuhan…
Andai aku bisa kembali
Aku berharap tidak ada lagi hal yang sama terjadi padaku,
terjadi pada orang lain.
Tuhan…
Bolehkah aku menulis surat kecil untuk-Mu
Tuhan…
Bolehkah aku memohon satu hal kecil untuk-Mu
Tuhan…
Biarkanlah aku dapat melihat dengan mataku
Untuk memandang langit dan bulan setiap harinya..
Tuhan…
Izinkanlah rambutku kembali tumbuh, agar aku bisa menjadi wanita seutuhnya.
Tuhan…
Bolehkah aku tersenyum lebih lama lagi
Agar aku bisa memberikan kebahagiaan
kepada ayah dan sahabat-sahabatku
Tuhan…
Berikanlah aku kekuatan untuk menjadi dewasa
Agar aku bisa memberikan arti hidup
kepada siapapun yang mengenalku..
Tuhan ..
Surat kecil-ku ini
adalah surat terakhir dalam hidupku
Andai aku bisa kembali…
Ke dunia yang Kau berikan padaku..
In memorial
Gita Sesa Wanda Cantika
Pendapat Saya Terhadap Proses Belajar Dengan Cara Berdiskusi Didepan Kelas
Menurut
saya, kegiatan perkuliahan berbicara dengan cara berdiskusi bersama didapan
kelas sangatlah baik, karena dengan cara seperti itu mahasiswa/mahasiwi dapat
melatih kemampuan berbicara mereka didepan teman-teman dan juga Dosen di kelas
tersebut. Selain itu Dosen juga dapat mengetahui seberapa besar kemampuan
mahasiswa/mahasiswinya dalam memahami suatu bacaan. Dalam kegiatan ini mereka
diajarkan untuk lebih memberanikan diri dalam berbicara kepada orang lain
dilingkungan kelas tersebut sebelum pada akhirnya mereka duharuskan terjun dan
berbicara didepan anak didiknya ataupun orang lain. Keunggulan dalam cara
belajar tersebut, mereka dapat lebih memahami bacaan yang telah diberikan
meskipun dengan cara memaksa dirinya untuk memahami bacaan dan menjelaskan
kepada teman-teman/Dosen tanpa membawa buku bacaannya saat melakukan
presentasi. Meskipun dengan cara sedikit memaksa setidaknya mereka dapat
memahami bacaan yang memang sudah menjadi tanggungjawab mereka untuk dijelaskan
di depan temen dan juga Dosen.
Disisi
lain terdapat kelemahan dengan cara belajar seperti ini, mungkin
mahasiswa/mahasiswi merasa sangat tertekan karena harus menjelaskan tanpa melihat
buku bacaannya. Namun dosen juga memberi kesempatan bagi mereka untuk menulis
bacaan yang sulit dibaca/dimengerti. Bagi mereka yang belum terbiasa pasti akan
merasa sulit, begitu pula terhadap saya. Namun kegiatan tersebut memang sangat
penting untuk menguji mental dan kemampuan mereka. Bila mana Dosen memberi
pertanyaan, mahasiswa/mahasiswi harus menjawab sesuai dengan bacaan/pengetahuan
yang ia ketahui tentang bacaan yang telah
ia baca tersebut. Tentu saja kegiatan seperti sangat mendidik sekali,
bagi mereka yang dapat/tidak dapat menjawab pertanyaan yang telah diberikan
maka mendapat nilai/point yang berbeda pula.
Rabu, 18 April 2012
Model Pembelajaran Berbicara Dengan Cara Bertanya
Menurut
saya model Pembelajaran Bertanya merupakan salah satu bagian dari Model
Pembelajaran Berbicara pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Model
pembelajaran ini kebalikan daripada model pembelajaran Menjawab Pertanyaan.
Karena pada model pembelajaran ini siswa dilatih untuk menguasai kemampuan
bertanya bukan menjawab pertanyaan. Bagi siswa tentu bukanlah hal yang mudah.
Ada
beberapa kendala yang layak mendapatkan perhatian dari guru sehubungan dengan
kemampuan bertanya siswa, di antaranya :
1)
Siswa
kesulitan bertanya karena merasa malu/kurang percaya diri.
2)
Siswa
kesulitan bertanya karena belum sepenuhnya menguasai materi sehingga tidak tahu
apa yang mesti ditanyakan.
3)
Siswa
kesulitan bertanya karena merasa takut/khawatir nanti dianggap bodoh.
4)
Siswa
kesulitan bertanya karena kesulitan mengungkapkan kalimat pertanyaan meskipun
sebenarnya ia tahu apa yang belum diketahuinya.
Untuk
mengatasi kendala seperti di atas guru dapat mengambil beberapa langkah
misalnya :
1)
Memberikan
reward kepada siswa yang berani bertanya.
2)
Guru
mengusahakan agar materi pembelajaran dapat dikuasai siswa secara optimal.
3)
Pemahaman
bahwa bertanya bukan berarti bodoh, tetapi salah satu kemampuan berbicara.
4)
Peningkatan
kemampuan bertanya siswa melalui contoh-contoh kalimat pertanyaan. Misalnya
penggunaan partikel kah dan Kata Tanya (apa, siapa,
mengapa, bagaimana, dimana, bilamana, berapa).
Metode
yang dirasakan paling tepat adalah bertanya. Guru dapat memotivasi siswa agar
mau dan mampu bertanya antara lain dengan cara melontarkan
pertanyaan-pertanyaan pancingan terlebih dahulu, lalu secara bertahap tanpa
terasa biarkan siswa mendominasi bertanya.
Salah
satu contoh langkah-langkah pembelajarannya, sebagai berikut :
- Guru menjelaskan tujuan pembelajaran.
- Siswa dibentuk menjadi beberapa kelompok.
- Guru merangsang motivasi siswa dengan menceritakan sebuah peristiwa yang menarik namun cerita tersebut tidak sempurna.
- Siswa diberi kesempatan mengajukan pertanyaan sehubungan dengan isi cerita guru tadi yang sengaja dibuat belum sempurna sehingga menimbulkan tanda tanya/keingintahuan siswa.
- Kelompok yang mengajukan pertanyaan secara benar akan mendapatkan poin (untuk merangsang persaingan/kompetisi siswa).
- Kelompok yang terbanyak mendapatkan poin menjadi pemenang dan diberi reward.
- Evaluasi.
- Kesimpulan.
Kemampuan
membuat desain/merancang pembelajaran merupakan fokus kompetensi yang harus
Bapak/Ibu kuasai sebagai seorang guru. Alasannya, kemampuan mendesain
pembelajaran sangat berkaitan langsung dengan pelaksanaan tugas Bapak/Ibu di
lapangan sebagai pemegang kendali proses pembelajaran yang berlangsung di dalam
kelas. Tidak ada metode pembelajaran Berbicara yang sempurna, maka Guru
dituntut untuk mampu memilah dan memilih serta menentukan media dan metode yang
paling relevan dengan tujuan dan situasi yang dihadapinya di kelas.
Langganan:
Postingan (Atom)