Menurut
saya model Pembelajaran Bertanya merupakan salah satu bagian dari Model
Pembelajaran Berbicara pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Model
pembelajaran ini kebalikan daripada model pembelajaran Menjawab Pertanyaan.
Karena pada model pembelajaran ini siswa dilatih untuk menguasai kemampuan
bertanya bukan menjawab pertanyaan. Bagi siswa tentu bukanlah hal yang mudah.
Ada
beberapa kendala yang layak mendapatkan perhatian dari guru sehubungan dengan
kemampuan bertanya siswa, di antaranya :
1)
Siswa
kesulitan bertanya karena merasa malu/kurang percaya diri.
2)
Siswa
kesulitan bertanya karena belum sepenuhnya menguasai materi sehingga tidak tahu
apa yang mesti ditanyakan.
3)
Siswa
kesulitan bertanya karena merasa takut/khawatir nanti dianggap bodoh.
4)
Siswa
kesulitan bertanya karena kesulitan mengungkapkan kalimat pertanyaan meskipun
sebenarnya ia tahu apa yang belum diketahuinya.
Untuk
mengatasi kendala seperti di atas guru dapat mengambil beberapa langkah
misalnya :
1)
Memberikan
reward kepada siswa yang berani bertanya.
2)
Guru
mengusahakan agar materi pembelajaran dapat dikuasai siswa secara optimal.
3)
Pemahaman
bahwa bertanya bukan berarti bodoh, tetapi salah satu kemampuan berbicara.
4)
Peningkatan
kemampuan bertanya siswa melalui contoh-contoh kalimat pertanyaan. Misalnya
penggunaan partikel kah dan Kata Tanya (apa, siapa,
mengapa, bagaimana, dimana, bilamana, berapa).
Metode
yang dirasakan paling tepat adalah bertanya. Guru dapat memotivasi siswa agar
mau dan mampu bertanya antara lain dengan cara melontarkan
pertanyaan-pertanyaan pancingan terlebih dahulu, lalu secara bertahap tanpa
terasa biarkan siswa mendominasi bertanya.
Salah
satu contoh langkah-langkah pembelajarannya, sebagai berikut :
- Guru menjelaskan tujuan pembelajaran.
- Siswa dibentuk menjadi beberapa kelompok.
- Guru merangsang motivasi siswa dengan menceritakan sebuah peristiwa yang menarik namun cerita tersebut tidak sempurna.
- Siswa diberi kesempatan mengajukan pertanyaan sehubungan dengan isi cerita guru tadi yang sengaja dibuat belum sempurna sehingga menimbulkan tanda tanya/keingintahuan siswa.
- Kelompok yang mengajukan pertanyaan secara benar akan mendapatkan poin (untuk merangsang persaingan/kompetisi siswa).
- Kelompok yang terbanyak mendapatkan poin menjadi pemenang dan diberi reward.
- Evaluasi.
- Kesimpulan.
Kemampuan
membuat desain/merancang pembelajaran merupakan fokus kompetensi yang harus
Bapak/Ibu kuasai sebagai seorang guru. Alasannya, kemampuan mendesain
pembelajaran sangat berkaitan langsung dengan pelaksanaan tugas Bapak/Ibu di
lapangan sebagai pemegang kendali proses pembelajaran yang berlangsung di dalam
kelas. Tidak ada metode pembelajaran Berbicara yang sempurna, maka Guru
dituntut untuk mampu memilah dan memilih serta menentukan media dan metode yang
paling relevan dengan tujuan dan situasi yang dihadapinya di kelas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar