Peringatan
Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2012, Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan mengambil tema “Bangkitnya Generasi Emas Indonesia” Puncak
peringatan Hardiknas 2012 sendiri diperkirakan akan dipadu dengan Hari
Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Membacakan sambutan Mendiknas M Nuh. “ Kita patut
bersyukur karena bidang kebudayaan telah kembali ke “ rumah besar ” pendidikan.
Setelah terpisah lebih dari sepuluh tahun,” katanya.
Kementerian
ini, terhitung sejak 20 Oktober 2011 lalu telah berubah menjadi Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Sebagaimana tertuang dalam Peraturan
Presiden Nomor 91 Tahun 2011, tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian
Negara. Sejatinya, kebudayaan memang tidak bisa dipisahkan dari pendidikan.
Demikian pula sebaliknya, pendidikan tidak bisa dipisahkan dari kebudayaan.
Ibarat dua keping mata uang. Yang satu dengan lainnya memiliki makna dan nilai
yang sama, tidak bisa dipisahkan karena di dalam proses pendidikan ada
penanaman nilai-nilai budaya.
Seperti
yang telah disampaikan oleh Bapak Subardi
kepala sekolah, guru, pimpinan perguruan tinggi dan dosen, harus dapat
memberikan perhatian dan pendampingan lebih besar kepada anak didik. Untuk membentuk
pola pikir berbasis kasih sayang dan toleran terhadap realitas keanekaragaman.
Serta memberi perhatian khusus pada pendidikan anak usia dini (PAUD). Pada
kesempatan tersebut, Wali kota Subardi memberikan penghargaan kepada siswa
berprestasi di bidang pendidikan. Mereka para juara lomba-lomba olimpiade
sains. “Selamat kepada para pelajar yang berprestasi. Semoga ini jadi lecutan
semangat untuk meraih masa depan yang lebih cerah,” pungkasnya.
Berdasarkan
pesan yang telah disampaikan oleh Bapak Subardi, saya berpendapat bahwa membangun
generasi emas dalam proses belajar mengajar di jenjang pendidikan tingkat SMA, sebagai
guru dan dosen kita diwajibkan menjadi tauladan yang baik untuk peserta didik,
artinya kita harus menjadi seorang guru yang hebat. Guru yang hebat yaitu guru dapat
memberi ilmu, motivasi dan inspirasi kepada peserta didiknya agar menjadi seseorang yang cerdas dan
berprestasi. Tidak hanya seorang peserta didik, guru yang dimaksud juga harus
benar-benar seorang guru yang memiliki keahlian dalam bidangnya. Dalam proses
belajar mengajar, selain menjadi pendidik guru juga dapat menjadi sahabat agar
dalam proses belajar mejagar tidak tengang dan peserta didik dapat memahami. Proses belajar mengajar guru
sebaiknya mengunakan media dan memiliki
metode pembelajaran agar dapat menarik perhatian dalam belajar ketika peserta
didik mulai mersa jenuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar