Rabu, 25 April 2012

Surat Kecil Untuk Tuhan

Tuhan…
Andai aku bisa kembali
Aku tidak ingin ada tangisan di dunia ini.

Tuhan…
Andai aku bisa kembali
Aku berharap tidak ada lagi hal yang sama terjadi padaku,
terjadi pada orang lain.

Tuhan…
Bolehkah aku menulis surat kecil untuk-Mu

Tuhan…
Bolehkah aku memohon satu hal kecil untuk-Mu

Tuhan…
Biarkanlah aku dapat melihat dengan mataku
Untuk memandang langit dan bulan setiap harinya..

Tuhan…
Izinkanlah rambutku kembali tumbuh, agar aku bisa menjadi wanita seutuhnya.

Tuhan…
Bolehkah aku tersenyum lebih lama lagi
Agar aku bisa memberikan kebahagiaan
kepada ayah dan sahabat-sahabatku

Tuhan…
Berikanlah aku kekuatan untuk menjadi dewasa
Agar aku bisa memberikan arti hidup
kepada siapapun yang mengenalku..

Tuhan ..
Surat kecil-ku ini
adalah surat terakhir dalam hidupku
Andai aku bisa kembali…

Ke dunia yang Kau berikan padaku..

In memorial

Gita Sesa Wanda Cantika

Pendapat Saya Terhadap Proses Belajar Dengan Cara Berdiskusi Didepan Kelas


Menurut saya, kegiatan perkuliahan berbicara dengan cara berdiskusi bersama didapan kelas sangatlah baik, karena dengan cara seperti itu mahasiswa/mahasiwi dapat melatih kemampuan berbicara mereka didepan teman-teman dan juga Dosen di kelas tersebut. Selain itu Dosen juga dapat mengetahui seberapa besar kemampuan mahasiswa/mahasiswinya dalam memahami suatu bacaan. Dalam kegiatan ini mereka diajarkan untuk lebih memberanikan diri dalam berbicara kepada orang lain dilingkungan kelas tersebut sebelum pada akhirnya mereka duharuskan terjun dan berbicara didepan anak didiknya ataupun orang lain. Keunggulan dalam cara belajar tersebut, mereka dapat lebih memahami bacaan yang telah diberikan meskipun dengan cara memaksa dirinya untuk memahami bacaan dan menjelaskan kepada teman-teman/Dosen tanpa membawa buku bacaannya saat melakukan presentasi. Meskipun dengan cara sedikit memaksa setidaknya mereka dapat memahami bacaan yang memang sudah menjadi tanggungjawab mereka untuk dijelaskan di depan temen dan juga Dosen.
Disisi lain terdapat kelemahan dengan cara belajar seperti ini, mungkin mahasiswa/mahasiswi merasa sangat tertekan karena harus menjelaskan tanpa melihat buku bacaannya. Namun dosen juga memberi kesempatan bagi mereka untuk menulis bacaan yang sulit dibaca/dimengerti. Bagi mereka yang belum terbiasa pasti akan merasa sulit, begitu pula terhadap saya. Namun kegiatan tersebut memang sangat penting untuk menguji mental dan kemampuan mereka. Bila mana Dosen memberi pertanyaan, mahasiswa/mahasiswi harus menjawab sesuai dengan bacaan/pengetahuan yang ia ketahui tentang bacaan yang telah  ia baca tersebut. Tentu saja kegiatan seperti sangat mendidik sekali, bagi mereka yang dapat/tidak dapat menjawab pertanyaan yang telah diberikan maka mendapat nilai/point yang berbeda pula.

Rabu, 18 April 2012

Model Pembelajaran Berbicara Dengan Cara Bertanya

Menurut saya model Pembelajaran Bertanya merupakan salah satu bagian dari Model Pembelajaran Berbicara pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Model pembelajaran ini kebalikan daripada model pembelajaran Menjawab Pertanyaan. Karena pada model pembelajaran ini siswa dilatih untuk menguasai kemampuan bertanya bukan menjawab pertanyaan. Bagi siswa tentu bukanlah hal yang mudah.
Ada beberapa kendala yang layak mendapatkan perhatian dari guru sehubungan dengan kemampuan bertanya siswa, di antaranya :
1)      Siswa kesulitan bertanya karena merasa malu/kurang percaya diri.
2)      Siswa kesulitan bertanya karena belum sepenuhnya menguasai materi sehingga tidak tahu apa yang mesti ditanyakan.
3)      Siswa kesulitan bertanya karena merasa takut/khawatir nanti dianggap bodoh.
4)      Siswa kesulitan bertanya karena kesulitan mengungkapkan kalimat pertanyaan meskipun sebenarnya  ia tahu apa yang belum diketahuinya.
Untuk mengatasi kendala seperti di atas guru dapat mengambil beberapa langkah misalnya :
1)      Memberikan reward kepada siswa yang berani bertanya.
2)      Guru mengusahakan agar materi pembelajaran dapat dikuasai siswa secara optimal.
3)      Pemahaman bahwa bertanya bukan berarti bodoh, tetapi salah satu kemampuan berbicara.
4)      Peningkatan kemampuan bertanya siswa melalui contoh-contoh kalimat pertanyaan. Misalnya penggunaan partikel kah dan Kata Tanya (apa, siapa, mengapa, bagaimana, dimana, bilamana, berapa).
Metode yang dirasakan paling tepat adalah bertanya. Guru dapat memotivasi siswa agar mau dan mampu bertanya antara lain dengan cara melontarkan pertanyaan-pertanyaan pancingan terlebih dahulu, lalu secara bertahap tanpa terasa biarkan siswa mendominasi bertanya.
Salah satu contoh langkah-langkah pembelajarannya, sebagai berikut :
  1. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran.
  2. Siswa dibentuk menjadi beberapa kelompok.
  3. Guru merangsang motivasi siswa dengan menceritakan sebuah peristiwa yang menarik namun cerita tersebut tidak sempurna.
  4. Siswa diberi kesempatan mengajukan pertanyaan sehubungan dengan isi cerita guru tadi yang sengaja dibuat belum sempurna sehingga menimbulkan tanda tanya/keingintahuan siswa.
  5. Kelompok yang mengajukan pertanyaan secara benar akan mendapatkan poin (untuk merangsang persaingan/kompetisi siswa).
  6. Kelompok yang terbanyak mendapatkan poin menjadi pemenang dan diberi reward.
  7. Evaluasi.
  8. Kesimpulan.
Kemampuan membuat desain/merancang pembelajaran merupakan fokus kompetensi yang harus Bapak/Ibu kuasai sebagai seorang guru. Alasannya, kemampuan mendesain pembelajaran sangat berkaitan langsung dengan pelaksanaan tugas Bapak/Ibu di lapangan sebagai pemegang kendali proses pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas. Tidak ada metode pembelajaran Berbicara yang sempurna, maka Guru dituntut untuk mampu memilah dan memilih serta menentukan media dan metode yang paling relevan dengan tujuan dan situasi yang dihadapinya di kelas.